Pages

Minggu, 17 November 2013

Eksotika Palau Yang Memanjakan Diri

Destinasi wisata kali ini adalah Palau, sebuah negara kepulauan yang berada di Samudra Pasifik, 500 km sebelah timur Filipina. Koror adalah ibukota negara ini, terdapat di Pulau Koror yang menjadi rumah sekitar 17.235 (90%) penduduk Palau.

Kota ini dihubungkan dengan beberapa jembatan dengan kota lainnya. Palau terdiri dari lima pulau, yaitu Babeldaob (Ochalchutem), Koror, Peliliu, Angaur, Kayangel dan sedikitnya 200 pulau kecil yang dikenal sebagai Pulau Batu. 

Dari sekian banyak pulau di negara ini hanya delapan pulau saja yang berpenghuni.

Koror sebagai ibukota memiliki pemandangan laut yang luar biasa indah. Sebuah lentera batu yang merupakan satu-satunya simbol agama Shinto Shrine di luar Jepang mengingatkan bahwa Jepang pernah hadir di pulau ini selama Perang Pasifik.

Terdapat Museum Nasional yang didirikan pada 1955 yang memperlihatkan karta karun Palau. Masyarakat Palau sangat bersahabat, hangat, ramah dan murah hati. 

Meskipun terlihat lebih Amerika dibanding orang Mikronesia lainnya, mereka terus memegang teguh kebudayaan matrilineal mereka yang sudah tua.

Sebagai kawasan tujuan wisata, tidak sulit menemukan hotel bertaraf internsional. Jika dana anda terbatas, terdapat motel dan guest house. 

Restoran juga menyajikan menu-menu internasional terbaik, sebaik mereka menyajikan menu makanan khas Palau.

Dari Koror, dengan menggunakan kapal, anda bisa berkeliling pulau-pulau yang ada di Palau. Banyak kegiatan yang bisa anda lakukan, kanoning berkeliling Pulau Batu yang memiliki air tenang tanpa ombak, snorkelling, berenang, scuba diving atau trekking ke batu karang. 

Bahkan anda juga bisa memancing di laut yang memiliki aneka jenis species ikan. Selama ini Palau dijadikan referensi kehidupan aneka terumbu karang. Palau juga kerap digunakan sebagai tolok ukur dunia untuk mempelajari terumbu karang.

Jangan lewatkan tur ke Desa Babeldaob, di mana anda bisa melihat beberapa tempat bersejarah dan kebudayaan masyarakat setempat. 

Tidak ada tempat menginap di desa ini, tapi jangan khawatir, anda bisa menginap di rumah salah satu keluarga di sini.

Tidak ada tarif yang diberlakukan bila anda bermalam di rumah penduduk setempat, cukup anda membawa hadiah seperti kopi, roti daging kalengan atau rokok untuk diberikan kepada keluarga yang rumahnya anda inapi. 

Sebaiknya anda ingat satu hal, jangan lupa melepas sepatu atau alas kaki sebelum memasuki rumah penduduk, ini adalah adat yang berlaku di sini.

Tiga arus lautan yang bertemu di Palau membawa serta kehidupan laut yang lebih beraneka dibanding laut Karibia sekalipun. Terdapat lebih dari 1.000 spesies ikan dan lebih dari 700 spesies karang. 

Jika anda menyelam bisa menyusuri tebing Ngemelis Wall setinggi 60 kaki, menurun kira-kira 1.000 kaki sampai anda menjumpai aneka terumbu karang dan aneka species ikan beraneka warna.

Palau dikenal sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Bawah Air Dunia. Jika anda hobi diving, jangan lupa mengunjungi Pulau Mecherchar. Di pulau ini terdapat Danau Ikan Selai yang merupakan danau berair payau.  
Danau ini merupakan rumah dari  ribuan ubur-ubur yang telah bermutasi dari ubur-ubur laut yang menyengat ke ubur-ubur air payau tanpa sengat. Snorkelling bersama ribuan ubur-ubur ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Menyelam di danau ini, anda akan dibawa ke banyak terowongan bawah laut lengkap dengan pemandangan stakaktit-nya yang indah. Untuk trekking, pemandu local akan mengajak anda ke lokasi air terjun dan ke puncak tertinggi Palau yaitu Gunung Ngerchelechuus (713 kaki). Di sini anda bisa menemukan 70 spesies anggrek serta kehidupan liar yang mempesona.

Transportasi di Palau bisa menggunakan taksi atau menyewa mobil. Jika taksi menjadi pilihan anda, jangan kaget kalau taksi di sini tidak menggunakan argo/ meteran taksi. 

Pengemudi akan memperlihatkan semacam kartu tujuan kepada anda sebelum memulai perjalanan. Jika perjalanan anda ingin lebih nyaman dan privasi, menyewa mobil bisa menjadi pilihan tepat. - See more at: http://www.perempuan.com/read/eksotika-palau-yang-memanjakan-diri#sthash.JS98ZcVe.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar