Pages

Senin, 27 Januari 2014

Anak Tiru Gaya Berbusana Orangtua

Sekarang ini busana anak variasinya banyak. Mulai dari variasi model, harga maupun bahan. Anak-anak pun bisa bergaya dengan busana yang mereka suka. Gaya busana anak biasanya dipengaruhi oleh lingkungannya, teman-temannya ataupun artis favorit mereka.

Tapi tahukah Anda bahwa ternyata gaya busana anak kurang lebih terpengaruh dari orang tua. Meskipun anak memiliki gaya busana tersendiri tanpa sadar orang tua tetaplah turut mempengaruhi gaya busana anak. Ada beberapa faktor  yang membuat orangtua bisa pengaruhi gaya busana anak. Mulai dari aturan berbusana dalam keluarga, kebiasaan orangtua dalam berbusana, kebiasaan ibu membelikan busana untuk anaknya.

Gaya Busana Balita
Balita mau tidak mau berbusana seperti yang diinginkan orang tuanya. Sehingga gaya busana balita sesuai dengan keinginan orang tuanya. Seperti contoh jika seorang ayah suka dengan gaya busana yang identik dengan model tentara loreng-loreng maka ketika dia mengetahui ada model baju seperti itu, dia akan membelikan baju itu untuk buah hatinya.

Ada juga ibu yang senang mendandani balitanya maka ia akan membelikan busana lengkap dengan aksesorisnya seperti bandana yang warnanya senada dengan bajunya. Misalkan bajunya warna merah muda maka dia akan membelikan bandana warna merah muda juga. Sehingga dari sini bisa dilihat gaya busana balita sangat terpengaruh dari orang tuanya.

Gaya Busana Anak Perempuan
Gaya busana anak perempuan biasanya sangat terpengaruh dari ibunya. Apalagi seorang ibu cenderung senang mendandani anak perempuannya. Karena anak perempuan lebih fleksibel diberi gaya busana berbagai model dari pada anak pria. Hal inilah yang membuat para ibu begitu antusias membelikan busana sesuai dengan keinginan si ibu. Ada ibu yang suka melihat anaknya berbusana feminim sehingga dia cenderung sering membelikan busana yang tampak feminim seperti rok atau dress dengan hiasan pita dan beberapa aksesoris.


Ada juga ibu yang senang membelikan anak perempuannya busana yang simple dan sopan karena ingin anak perempuannnya selalu berpakaian yang tidak mini-mini dan tidak ketat. Biasanya anak perempuan akan selalu mengikuti gaya busana yang diinginkan ibunya terhadapnya hingga anak berusia sekitar dua belas tahun. Setelahnya, anak perempuan biasanya cenderung lebih senang memilih sendiri gaya busana yang mereka inginkan.

Gaya Busana Laki-Laki
Gaya busana anak laki-laki sangat terpengaruh dari orang tuanya. Kecenderungan anak laki-laki yang lebih cuek dalam berbusana dan lebih terbatasnya model busana untuk laki-laki dari pada perempuan membuat anak laki-laki tidak terlalu banyak komplain ketika dibelikan baju oleh orang tuanya. Anak laki-laki jauh lebih “pasrah” dengan baju yang dibelikan untuknya.

Berbeda dengan anak perempuan yang jika tidak suka dengan baju yang dibelikan oleh orang tuanya cenderung jarang dipakai, anak laki-laki tidak memikirkan hal tersebut sama sekali. Bahkan meskipun anak laki-laki sudah tumbuh dewasa, dia akan cenderung tetap “pasrah” dengan baju pilihan orang tuanya. Gaya busana anak laki-laki jauh  lebih sederhana. 
Kalau tidak kemeja, ya kaos. Paling yang mereka pertimbangkan adalah pilihan warnanya. Anak laki-laki cenderung menghindari warna-warna feminim dan cerah. Seperti kuning muda, pink. Sehingga memudahkan orang tua khususnya ibu dalam membelikan baju untuknya.

Selain itu kebiasaan memakai busana orang tua juga turut mempengaruhi. Seperti contoh jika ibu mereka suka memakai baju yang cenderung terbuka dan ketat, maka anak perempuannya juga suka memakai pakaian terbuka dan ketat.
- See more at: http://www.perempuan.com/read/anak-tiru-gaya-berbusana-orangtua#sthash.j8087mAf.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar