Pages

Minggu, 29 April 2012

tingkatkan dan sempurnakan cara berpikir anda


Setelah kita mempelajari topik Pikiran Anda Adalah Wujud Anda, maka kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara Meningkatkan dan Menempurnakan Cara Berpikir. Menatar, meningkatkan dan menyempurnakan Cara Berpikir anda berarti menatar, meningkatkan dan menyempurnakan perbuatan dan karya-karya anda.
Ada cara mudah untuk membuat anda lebih besar dan lebih penting dengan berpikir seperti orang-orang besar dan penting.
Rangkumlah beberapa kasus yang kira-kira banyak menghampiri anda, dan buatlah pertanyaan2 kreatif atas kasus tersebut. Contoh kasus sebagai berikut:
Kalau saya gelisah :
Apakah orang besar juga gelisah menghadapi masalah seperti yang saya hadapi?, Apakah orang yang sangat sukses yang saya kenal terganggu oleh masalah ini?
Gagasan :
Apa yang dilakukan orang-orang penting kalau ia ada gagasan?
Kesan lahiriah:
Apakah saya mempunyai kesan lahiriah yang mengandung hormat diri (self resfect) secara maximum?
Bahasa saya:
Apakah saya menggunakan bahasa orang-orang sukses?
Bacaan saya:
Apakah orang-orang penting membaca ini?
Percakapan:
Apakah orang-orang penting mempercakapkan soal ini?
Kalau saya kehilangan kesabaran:
Apakah orang penting menjadi bingung atau marah, seperti saya sekarang?
Lelucon:
Apakah ini lelucon yang dilancarkan oleh orang-orang penting?
Pekerjaan saya:
Bagaimana orang penting mengatakan tentang pekerjaan kepada orang lain?
Patrikan dalam kesadaran anda pertanyaan: “Apakah ini cara yang dilakukan oleh orang-orang yang penting?” Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan itu untuk membuat anda menjadi pribadi yang lebih besar dan lebih sukses.

ujian? siapa takut!


Sahabat Indonesia yang baik hatinya, berikut adalah resume Mario Teguh Golden Ways (MTGW) MetroTV edisi 17 April 2011, dengan episode Ujian?, Siapa Takut. Ujian itu sama sekali tidak untuk menilai kepandaian, tetapi untuk mengenali kepatuhan kepada proses belajar.
Orang yang patuh kepada proses belajar, tidak pernah takut ujian karena dia sudah melakukan yang terbaik.
Dan orang yang  paling ikhlas untuk gagal adalah orang yang telah mencoba yang terbaik. Yang terbaik saja bisa gagal, apalagi jika tidak belajar.
Ujian ini bukan tentang siswa/pelajar, tetapi tentang semua orang; yang ujian sesungguhnya baru dimulai setelah selesai sekolah.
Ujian yang utama adalah saat kita harus melanjutkan kehidupan dengan mengeluhkan kehidupan dalam diri kita; atau melanjutkan kehidupan dengan apa adanya diri kita, dan berusaha berhasil dengan apapun adanya diri kita.
Banyak orang yang hidupnya belum mulai; menunggu cantik dulu, menunggu tua dulu, menunggu kaya dulu dll.
Padahal apapun kekurangan, kalau diterima sebagai satu-satunya modal; maka kekurangan itu menjadi kelebihan.
Apapun hal terburuk yang kita miliki, kalau itu satu-satunya, itu adalah modal terbaik.
Sehingga mungkin bukan kita menunggu sesuatu untuk memulai, tetapi memulai dengan apa adanya sekarang.
Karena perjalanan naik dimulai dimanapun kita berada.
Kalau kesabaran itu sulit untuk anda, maka gunakan ketidak-sabaran itu untuk menyegerakan keberhasilan.
Jadi jangan mensyaratkan sabar dulu untuk jadi orang hebat. Jika anda pemarah, pemarahlah -tetapi gunakan kemarahan itu untuk kurang tidur dan belajar, untuk kurang istirahat dan bekerja, dan untuk mentenagai belajar karena sedang marah.
Orang2 besar yang berhasil itu telah sekali atau beberapa kali terhina dalam hidupnya; dan mereka membalas untuk membuktikan bahwa orang2 yang merendahkan itu harus menyesal dan meminta maaf nanti.
Kalau kita benar, jangan buktikan bahwa kita benar; damailah, lalu buktikan bahkan orang2 yang meragukan kita, adalah orang2 yang diuntungkan karena pelayanan kita.
Orang yang tidak bisa belajar, tidak akan bisa memimpin. Karena kepemimpinan itu adalah ilmu menyesuaikan diri dengan keadaan untuk selau diatas gelombang perubahan.
Dan orang2 yang menyesalkan sebagia anak buah adalah orang yang menggunakan ilmu lama, untuk mengelola masalah baru, menggunakan solusi jangka pendek untuk masalah jangka panjang.
Kalau kita beraspirasi untuk jadi pemimpin, mulai dari sekarang ikhlaskan-lah diri anda untuk belajar.
Jika anda termasuk orang yang ngantuk ketika membaca buku; sikap anda terhadap buku itu harus diperbaharui. Dia harus melihat bahwa yang ada dalam buku itu mewakili pemikiran orang2 besar sebelumnya. Dan apabila buku itu dibuka, dia masuk kepikiran jendela orang2 besar, sehingga dia bisa berbakat untuk berhasil semuda mungkin.
Tertariklah kepada janji dari pelajaran.
Kita itu harus belajar “bandel” untuk mengabaikan apapun yang membuat kita tidak bersemangat.
Berpihaklah pada pembicaraan, perasaan, pikiran, pekerjaan, pergaulan yang membuat kita bersemangat.
Jadilah pribadi yang kuat sekali dalam kebaikan, sampai orang lain tertarik menjadi orang baik.
Berfokuslah pada yang penting, abaikan yang tidak penting bagi kita.
Tidak ada selembar daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Tuhan. Kekuasaan Tuhan itu menyentuh semua sudut kehidupan kita.
Sehingga ujian yang diberikan orang lain kepada kita itu adalah bagian dari keputusan Tuhan.
Sebagian manusia diijinkan oleh Tuhan untuk menuntun kita kepada kemulaiaan. Orang yang setia kepada yang benar, telah lulus ujian sebelum ujian.
Ujian itu setuju / tidak setuju harus kita lakukan. Maka ikuti saja ujian itu, yang penting lulus dulu, setelah itu baru pikirkan kualitas dari kelulusannya.
Rasa takut itu rahmat, yang mengeluarkan semua kemampuan. Kalau anda kurang belajar, sulit mengingat, malas membaca, maka takutlah kepada kelas anda sebagai pribadi kalau anda tidak lulus.
Takut itu adalah rahmat yang memaksimalkan kekuatan.
Tuhan itu tidak akan memberikan masalah, kecuali kita mampu untuk menyelesaikannya; sehingga sebetulnya kita akan mampu menyelesaikan semua masalah.
Ujian itu selalu diniatkan untuk melihat apakah kita pantas untuk naik. Karena Tuhan itu Maha Tinggi dan Meninggikan.
Cobaan itu adalah bagian dari ujian, dan kita akan dicoba dari apa yang kita ucapkan.
Tidak ada hubungan antara nilai yang baik di sekolah dengan kualitas hidup yang baik.
Semua orang yang nilainya jelek  waktu sekolah, hidupnya akan baik; selama dia ada penyesalan untuk memacu belajar lebih baik dan pergaulannya baik.
Karena banyak orang yang nilainya tinggi waktu sekolah tapi melalaikan pergaulan.
Sadarilah bahwa kemiskinan itu sementara, seperti juga kekayaan. Tetapi hak kita yang permanen adalah menjadi pribadi yang damai, yang sejahtera, yang berbahagia.
Kalau anda selalu meihat kebahagiaan itu milik orang lain, selalu anda tidak akan pernah menemukan kebahagiaan itu didalam diri anda.
Kebahagiaan itu adalah kemampuan berbahagia. Maka berfokuslah kepada kita, karena setiap orang mengira bahwa orang lain lebih hebat.
Setiap orang punya jatah gagal dan punya jatah untuk sukses. Untuk meraih sukses, setiap orang harus menghabiskan jatah gagalnya terlebih dahulu.
Maka berbahagialah kalau anda gagal, karena bukan disitu keberhasilan anda.
Tugas kita adalah sebanyak-banyaknya gagal, sampai kemudian tidak ada pilihan lain kecuali berhasil.
Tujuan kita untuk segera berhasil adalah supaya kita menjadi pribadi yang powerfull untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.
Kekayaan dan lain-lain adalah nomor akhir, tujuan utama kita adalah majukan kebaikan dan cegah keburukan.
Bagaimana mungkin orang lain mau menghormati anda, jika anda sendiri tidak menghormati hak anda untuk menjadi orang pandai.
Maka belajarlah, bisa – tidak bisa yang penitng belajar. Tuhan telah dikenal menyelamatkan orang2 terdesak.
Ikutilah ujian, tampil-lah ramah sebaik mungkin, gunkan sebaik mungkin semua kekuatan untuk dikasihani – terutama oleh Tuhan.
Lalu lulus-lah, kemudian penyesalan anda itu pelan-pelan menjadikan anda tambah lama – tambah baik lulusnya.
Tuhan itu kalau menyayangi kita diberikanlah rasa takut itu, supaya kita menyegerakan mempergunakan kekuatan kita secara maksimal. Tuhan Maha Pengasih.
Demikian resume singkat Mario Teguh Golden Ways, dengan topik “Ujian?, Siapa Takut, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semuanya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam teknik penulisan rangkuman ini. Jika didapati kekeliruan, suatu kebahagiaan bagi kami, jika sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksinya.
Terimakasih Kepada Pak Mario Teguh atas ilmu-ilmu yang disampaikannya, semoga Allah SWT mebalas kebaikan beliau dengan kebaikan yang berlipat. Amin.
Terimakasih juga kepada para sahabat, yang selalu setia mengunjungi blog sederhana ini. Juga terimakasih yang berkenan berlangganan email dari blog kami. Semoga kita semua bisa meningkatkan pribadi kita, untuk menjadi pribadi terbaik.

10 seni meyakinkan orang lain


  1. Belajarlah mengingat nama-nama orang yang anda kenal. Kalau tak bisa mengingat nama-nama-nya, ini menandakan perhatian anda tidak cukup.
  2. Jadilah orang yang menyenangkan, supaya anda tidak kaku. Jadilah orang yang luwes.
  3. Milikilah sifat2 santai, supaya anda tak gampang gelisah.
  4. Jangan memusatkan perhatian kepada “aku” anda.  Jangan menimbulkan kesan anda ingin dianggap mahatahu.
  5. Kembangkanlah sifat mengasyikan sehingga orang lain bisa memperoleh untung karena bergaul dengan anda.
  6. Usahakan supaya unsur-unsur yang “tak enak” dalam diri anda dilenyapkan.
  7. Berusahalah menyembuhkan atau melenyapkan salah paham yang pernah dan masih ada. Buanglah kejengkelan-kejengkelan anda.
  8. Milikilah kebiasaan menyukai orang lain.
  9. Jangan mengabaikan kesempatan untuk memuji orang atas keberhasilannya, atau menyatakan simpati kepada orang yang mengalami musibah dan kemalangan.
  10. Berilah semangat kepada mereka, maka mereka akan bersimpati kepada anda.
Inilah rumus sukses yang dibuat Presiden Lyndon Johnson, yang dibangun lama sebelum ia terpilih menjadi seorang Presiden. Dengan rumus inilah lebih mudah bagi Johnson untuk mendapatkan dukungan suara dari Kongres saat itu.
Sumber : The Magic Of Thinking BIG

logika ikhlas


Sahabat Indonesia yang hatinya baik, berikut adalah resume Mario Teguh Golden Ways (MTGW) MetroTV edisi 14 Agustus 2011, dalam episode Logika Ikhlas. Kita harus menyadari bahwa hati ini mempunyai logikanya sendiri; agak berbeda dengan logika pikiran kita, tetapi hati ini sangat “incontrol“.
Logika ikhlas menjadikan hati kita pribadi yang ikhlas, walaupun hatinya sedang menjadi pelabuhan yang sulit meng-ikhlas-kan.
Ikhlas itu harus selalu ada dalam prilaku keseharian kita. Tetapi harus diperhatikan, jangan ikhlas sebelum terjadi, ikhlas-lah setelah terjadi.
Contoh: Mengunci pintu adalah prilaku orang yang tidak ikhlas kehilangan; tetapi jika barang kita tetap hilang, maka tidak ada pilihan lain selain ikhlas.
Ikhlas itu akan selalu ada, karena akan selalu ada masalah. Selama kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih besar, pasti kita diharuskan ikhlas; karena untuk tumbuh menjadi pribadi yang besar, Tuhan akan memberikan masalah. Dan masalah adalah anak tangga menuju kebesaran pribadi.
Jadi menghadapi masalah, dengan logika yang menjadikan kita ikhlas, itu akan menjadikan kita segera menerima segala sesuatu yang telah terjadi, untuk masuk kedalam kehidupan yang belum dialami.
Mengapa sebagian dari kita memilih kehidupan dimasa lalu? yang tidak ada yang bisa dilakukannya untuk memperbaiki kesalahan?. Mengapa dia tidak memulai kehidupan yang belum terjadi?, yaitu hari ini?.
Lalu menjadikan hari ini ingatannya indah. Karena orang yang perilakunya sama dengan kemarin, menjadikan hari ini ingatannya buruk bagi besok.
Banyak orang sedang membangun ingatan buruk bagi besok, karena tidak menggunakan logika ikhlas dengan baik.
Ikhlas itu tidak lemah, ikhlas itu tegas, ikhlas itu bukan karena tidak ada masalah, ikhlas itu bukan karena masalahnya kecil, orang yang hebat itu meng-ikhlas-kan diri diatas masalah2 yang besar. Dia tetap memilih gagah, bersikap sebaik-baiknya; diatas seburuk-buruknya masalah, karena dia sadar Tuhan memuliakan orang – yang memuliakan dirinya.
Faktanya anda itu korban atau bukan, itu tidak masalah – asal tidak berbicara menggunakan bahasa korban. Bahasa korban itu membuat kita merasa tidak berhak menjadi pribadi yang kuat.
Jadi mulai sekarang, gunakanlah bahasa orang yang lebih mandiri. Orang yang berani bertindak dengan ikhlas menerima kemungkinan gagal, akan lebih sering berhasil daripada orang yang melihat dirinya sebagai korban.
Jangan pernah meratap dan mengasihani diri sendiri, karena diri sendiri sangat mendengar yang dikatakan oleh diri sendiri.
Jangan anda haruskan bahwa senyum wajah anda itu selalu berasal dari hati anda yang juga senyum.
Biarkan hati anda masih marah, kecewa atau sedih; asal wajah anda tetap senyum; nantinya hati itu akan mengikuti wajah anda.
Maka ubahlah perilaku luar, supaya yang dalam mengikuti.
Ikhlas itu penitng untuk menyelesaikan yang sudah terjadi, dan meneruskan kehidupan dengan potensi-potensi yang baru.
Karena banyak orang merendahkan kualitas hidupnya hari ini, untuk memuaskan dirinya tentang sesuatu dimasa depan, yang tidak bisa diperbaikinya.
Ikhlas itu termasuk menerima; bahwa kita tidak mungkin 100% benar, seperti orang lain tidak mungkin 100% salah. Sehingga kalau kita dikhianati, tambahkan satu kata jadi “MERASA DIKHIANATI”.
Sehingga dikhianatinya belum tentu. Karena mungkin kita mempunyai alasan untuk ditinggalkan. Kita memberikan alasan pasangan kita untuk melihat wanita/pria lain yang lebih menarik daripada kita.
Kalau kita ikhlas justru melihat cara-cara yang harus diperbaiki.
Kalau mau hidup bebas, menyanyilah seperti tidak ada yang mendengar; menarilah seperti tidak ada yang melihat; dan mencintailah seperti anda tidak akan terluka.
Maka hiduplah dengan bebas, karena kalau semua burung yang menyanyi dihutan itu hanya yang suaranya baik; hutan itu akan sepi.
Maka menyanyilah, menarilah dan mencintailah seperti anda tidak akan terluka.
Lebih banyak orang gagal karena kelebihan yang tidak digunakannya; daripada orang yang memiliki banyak kekurangan, tapi bisa berfokus pada yang bisa dikerjakannya; orang ini adalah orang ikhlas dan yang dicintai Tuhan. Karena orang yang menggunkana yang sudah ada padanya, melakukan yang bisa dilakukannya, itu orang yang bersyukur.
Kita itu dihormati karena mensyukuri yang bisa kita lakukan; lalu menumbuhkannya menjadi kelebihan, yang mengindahkan kehidupan orang lain.
Maka syukuri kelebihan, dan cara mensyukuri kelebihan adalah melakukan yang bisa dilakukan.
Karena dari situlah tumbuh kualitas2 yang aslinya diilhamkan oleh Tuhan dalam kelahiran kita, supaya kita menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.
Orang ikhlas itu nilainya tinggi sekali, karena dia akan segera melihat bahwa yang kita lakukan selama ini adalah memberi yang paling baik. Itu sebabnya beras yang diberikan pada zakat fitrah itu adalah beras yang kualitasnya sama dengan yang biasa kita makan, supaya kita menyamaratakan keberhasilan kepada saudara2 kita.
Hati itu mempunyai kemampuan menyembuhkan yang hebat sekali. Semua hal yang mengecewakan hidup, semua hal terindah dalam hidup dan semua impian2 dalam hidup ini akan tenggelam dalam hati.
Maka jangan remehkan hati; jangan sampai hanya karena omongan kecil seseorang, akan merusak kehidupan anda; hati ini sangat besar sekali.
Dan gunakanlah kemampuan hati yang paling hebat, yaitu kemampuan melupakan.
Kalau kita ingat semua penghinaan yang kita terima, kita tidak akan bisa hidup hari ini. Mengapa tidak kita gunakan kualitas hebat dari hati ini untuk melupakan. Kalau mau melupakan yang buruk, berfokuslah kepada yang baik.
Orang yang sangat mencintai, tidak mungkin tidak cemburu. Karena cinta itu harus memiliki, orang yang mengatakan “cintai itu tidak harus memiliki” itu orang prustasi.
Tidak mungkin anda bisa mengelola cemburu itu tanpa logika. Orang cemburu akan kehilangan rasa percaya diri, ia menganggap dirinya rendah, dan orang lain akan mengambil kekasih kita.
Jadi orang yang sedang cemburu, ia harus sadar bahwa dia sedang kehilangan rasa percaya diri. Orang yang mau mengobati rasa cemburunya, harus mengobati rasa percaya dirinya.
Jika anda mengatakan bahwa anda ikhlas, itu tanda bahwa anda belum ikhlas. Orang ikhlas itu akan lupa kebaikan yang dilakukannya, karena dia terlalu sibuk dengan melakukan kebaikan lainnya.
Ikhlas itu menerima keadaan dengan satu hukum. Ikhlas adalah menerima Tuhan dengan seluruh kebenarannya.
Orang yang menggunakan keikhlasannya yang tidak berdasar pada penerimaan Tuhan beserta seluruh kebenarannya; ikhlas-nya karangan yang gampang rusak, yang sangat tipis dan sementara; yang angin paling lebut-pun
akan mematikan api semangatnya.
Tetapi orang yang paling mengerti bahwa menerima keikhlasan adalah menerima Tuhan beserta seluruh kebenarannya; bahwa yang melakukan baik dapat kebaikan, mendo’akan baik dapat kebaikan, membalas kejelekan membuat kita sama jahatnya dengan orang yang menjahati kita, tetapi memaafkannya menajdikan kita lebih anggun.
Semua ini adalah kebenaran, dalam penerimaan kita atas kebenaran Tuhan.
Jadi orang yang beragama, harusnya mudah sekali ikhlas; bayangkan indahnya orang yang beriman dan cerdas.
Itu sebabnya orang yang berilmu, ditingkatkan derajatnya beberapa tingkat.
Banyak diantara kita saat ini sedang meratapi kekurangan2-nya, iri melihat kelebihan orang lain.
Mari kita “confirm” bahwa menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan. Orang yang menyiksa dirinya dengan kesadaran mengenai kelemahannya, adalah orang yang lemah.
Tetapi begitu menerima dia lemah, itu sudah lebih kuat. Segera setelah menerima, bahwa sebagian dari diri kita adalah pelabuhan bagi kelemahan, ia
juga akan melihat kapal2 kekuatan, yang ada dalam dirinya. Sehingg orang yang melihat dirinya lemah, akan segera melihat kekuatan yang difokuskannya.
Kita menjadi kuat karena kita tampil lebih kuat dari aslinya. Itu bukan perilaku palsu; itulah perilaku kita yang mensyukuri yang telah ada, dan berusaha memantaskan diri bagi rahmat kekuatan yang lebih besar.
Dan yang Maha Kuat akan menurunkan bala tentara-Nya yang yang tidak terlihat untuk menyentuh hati setiap orang; untuk mendengarkan dan menurut, sehingga kita jadi pelurus bagi pikiran orang lain, penjernih bagi hati orang lain, dan peng-indah bagi perilaku orang lain.
Marilah kita membangun kehidupan dengan menerima Tuhan beserta seluruh kebenarannya.
Demikian resume singkat Mario Teguh Golden Ways, dengan topik Logika Ikhlas, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semuanya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam teknik penulisan rangkuman ini. Jika didapati kekeliruan, suatu kebahagiaan bagi kami, jika sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksinya.

resep awet muda


Huh…., senang rasanya akhir tahun 2008 ini masih bisa posting. Ditengah bersahutannya suara terompet diluaran sana, ditengah indahnya kembang api yang berseliweran menghiasi langit nan cerah, mudah2an postingan ini akan membuat hidup lebih hidup :-D .
Siapapun orangnya, pasti ingin tampil prima dalam hidupnya, penampilan yang trendi, dan tentunya awet muda. So, tidak akan ada orang yang ingin awet tua pastinya he..he… Untuk menjadikannya awet muda ada banyak cara ditempuh kebanyakan orang, ia rela merogoh koceknya dalam2, hanya untuk bisa tetap awet muda. Padahal rahasia awet muda bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal. Caranya sangat sederhana, siapapun pasti bisa melakukannya. Penasaran apa saja resepnya? ini dia..
  • Hadapi segala masalah dengan santai dan tenang tanpa melupakan masalah itu sendiri.
  • Jangan berlarut-larut dalam kesedihan, carilah bahan pelipur dengan menyibukan diri.
  • Jauhkan amarah karena kemarahan memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap fisik anda.
  • Bila suatu permasalahan dapat selesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan.
  • Kedengkian dan Iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan jantung anda.
  • Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukan kedalam hati anda.
  • Jangan memperdulikan hal-hal yang dilakukan orang lain apalagi memvonisnya.
  • Dunia ini berputar, bila anda sedang berada dibawah jangan putus asa karena ada saatnya pasti akan tiba anda naik ke atas. Tetapi bila anda sudah berada diatas, ingat bahwa anda dapat jatuh kebawah.
  • Terimalah Musibah dan cobaan dengan pasrah dan taqwa kepada Tuhan, karena dibalik semua itu terdapat Hikmah menuju suatu kebahagian.
  • Fisik anda harus anda jaga dengan olahraga dan senam.
  • Jangan lekas merasa tua karena dibanding dengan esok hari anda masih muda sekarang.

ikan yang tenggelam


Sahabat Indonesia yang baik hatinya, berikut adalah resume Mario Teguh Golden Ways (MTGW) MetroTV edisi 7 Agustus 2011, dalam episode Ikan Yang Tenggelam.Ikan yang tenggelam itu adalah ikan yang berhenti berenang. Ikan yang sudah mulai malas untuk berenang lama-lama dia akan berhenti hidupnya, karena dia menolak sebagaimana yang sudah difitrahkan.
Kita disebut hidup kalau berupaya, bukan hanya bernafas; karena kalau hanya bernafas hanya fisik kita saja yang hidup. Tetapi jika kita berupaya, jiwa kita juga hidup.
Sehingga orang yang tidak lagi disebut hidup adalah orang yang berhenti berupaya, yang walaupun badannya hidup, tetapi mewadahi jiwa yang mati.
Banyak orang yang meyakini hal-hal yang benar dengan cara-cara yang salah; ini sangat melukai sekali, sehingga akhirnya dia menolak berupaya; karena dia tidak melihat haknya untuk berbahagia.
Setiap orang yang bisa berdiri gagah hari ini, adalah orang yang telah berkali-kali diselamatkan. Kalau terakhir kali kita begitu ketakutan dan akhirnya selamat, kenapa kita takut tenggelam nanti, kalau kita tahu akan diselamatkan lagi.
Jadi libatkan diri dalam kehidupan, kalu mau gagal – gagal-lah, karena kita
akan diselamatkan lagi.
Ikan-ikan ini tidak pernah menyerah kepada keadaan, sama halnya seperti kita yang tidak pernah menyerah kepada kesulitan.
Jadi janganlah melihat sulitnya, tetapi lihatlah gembiranya. Maka jika kita sudah berada dititik nadir; bergembiralah, karena sudah berada dititik dasar yang tidak bisa turun lagi, kecuali balik naik dan berbahagia lagi.
Semua masalah itu jangan dianggap masalah, karena masalah ini akan menjadi masalah selama anda anggap masalah.
Orang-orang kaya itu awalnya sering mengalami kegagalan, lalu menukarkan kegagalannya dalam bentuk pengalaman yang bisa dijual. Orang-orang yang hidupnya lemah, ia gagal kemudian menggunakan biaya dari kegagalannya untuk membebani perjalanan masa depannya.
Kita tenggelam dalam kesedihan atau kesulitan, karena kita lupa dengan yang kita miliki, karena sedang sibuk menginginkan yang belum kita miliki. Orang yang menaruh kebahagiannya dihati, ia tidak akan tidak berbahagia kalau tidak punya itu semua.
Itu sebabnya ada orang yang mengatakan bisa kaya tanpa harta; kalau isteri-nya baik, anak-nya baik, nafkah yang dimakan keluarganya dari sumber yang halal; inilah kekayaan yang mulia.
Maka bagaimana kalau kita berhenti menginginkan yang belum kita miliki, dengan cara melupakan yang sudah kita miliki.
Mari kita balik sekarang, dengan mensyukuri yang sudah kita miliki, sebagai cara untuk mencapai yang belum kita miliki.
Jadilah orang yang iri melihat kelebihan orang yang baik. Caranya, bersainglah dengan diri anda, karena anda tahu anda masih malas, anda tahu kalau anda masih suka menunda, anda tahu kalau anda masih meragukan
yang anda lakukan, anda tahu bahwa anda masih takut tentang masa depan.
Iri-lah dengan orang2 yang ikhlas, karena orang2 yang iklhals itu tahu jika berhasil, dia diberhasilkan. Orang2 ikhlas itu tahu bahwa tugas dia hanya berusaha, yang mengijinkan berhasil atau gagal adalah Tuhan, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk dia.
Banyak orang memilih “hidup mengalir seperti air“, “rejeki sudah ada yang mengatur” dan “hidup ini sementara“; ini-lah yang dimaksud meyakini hal-hal yang benar dengan cara2 yang salah.
Hidup mengalir seperti air. Hidup ini mengalir, memang benar adanya; tetapi dengan hanya meyakini hidup ini mengalir, dihanya menerima dorongan turun; karena air ini mengalirnya kebawah. Kita harus mempunyai “high rise pump” yang mendorong air mengalir ke lantai 156; yaitu kesungguhan untuk menolak yang tidak baik, dan kseungguhan untuk menguatkan pilihan2 baik. Maka mengalirlah seperti air, tetapi pastikan anda
mempunyai tenaga untuk naik.
Rejeki sudah ada yang mengatur. Sikap ini banyak digunakan oleh orang2 yang malas. Rejeki memang diatur oleh Tuhan, tidak pada jumlahnya, tetapi pada caranya. Jadi jangan khawatirkan mengenai jumlahnya, bersemangatlah untuk memilih pilihan2 supaya ukuran rejekinya besar.
Hidup ini sementara. Itu memang benar adanya, tetapi yang sementara itu hanyalah hidupnya badan, tetapi jiwa kita abadi, tidak akan pernah mati. Umur badan kita bisa 50, 60, 70 tahun; tapi setelah itu kita harus melanjutkan kehidupan berikutnya dengan tumaninah.
Jika anak anda jatuh, jangan pernah salahkan benda yang membuat anak anda jatuh; karena jika anak anda besar nanti, ia akan menyalahkan lingkungan sebagai penyebab dari kegagalalan-nya.
Untuk itu hindarkan anak dari melihat selain dirinya yang bertanggung jawab bagi penderitaannya. Kalau anak datang mengeluh, jangan dilayani keluhannya, karena itu membuat dia semakin terlibat dengan perasaan sedihnya.
Jangan pernah menghibur orang untuk mendapatkan kenikmatan dari penderitaannya.
Untuk orang yang berbicara, lalu mau didengarkan, ia harus mempunyai nilai dengar. Bicara itu bukan banyak-banyakan bicara, bukan baik-baik-an cara menyampaikannya, tetapi nilai dari yang dikatakan.
-Anak muda biasanya bicaranya kurang bernilai; maka sering-seringlah membaca nasihat2 pendek dari orang2 yang sudah jadi. Orang2 yang pembicaranya mempunyai nilai, bicaranya tidak kompleks, tetapi yang
dikatakannya berdampak besar.
-Anak muda biasanya bicaranya tergesa-gesa bicara, padahal bicara pada waktu yang tepat lebih penting daripada banyak bicara.
Diam pada waktu harus diam, itu lebih tepat. Jadi anak muda yang berhenti bicara, selama semua pembicaranya masih benar, itu menghemat tenaga.
Hanya orang kecil, yang sakit disakiti orang kecil. Berarti orang yang sakit hati karena disakiti temannya, karena masih satu level; setelah dia naik level dia tidak akan lagi sakit.
Maka gunakanlah perasaan-perasaan buruk yang membuat marah itu, untuk tumbuh; sehingga perasaan marah itu menjadi baik.
Cek kedewasaan kita dari sudut pandang kegunaan. Selama kita mencari kegunaan untuk diri sendiri, kita belum betul2 matang; setelah kita menemukan cara untuk berguna bagi orang, berarti kita sudah dewasa.
Ikan yang tenggelam adalah ikan yang sudah menyerah dan menolak berenang. manusia yang tenggelam adalah manusia yang menolak berupaya, karena formula upaya adalah do’a + tindakan.
Dalam program ini diingatkan untuk selalu mengupayakan yang lebih, bukan hanya menikmati keadaan yang bisa kita nikmati sekarang.
Cara untuk membangun kesungguhan dalam memajukan kebaikan dalam berupaya ini, terkadang tidak kita kenali lagi; karena banyak orang waktu mau memulai usaha bersemangat sekali, tidak bisa tidur dengan ide; tetapi
begitu berusaha, beku dan tidak tahu apa2.
Jadi kalau kita dibantu oleh kehidupan dengan penderitaan, dengan rasa takut, dengan kekhawatiran, dengan keterdesakan, syukuri itu semua bukan sebagai hukuman, tetapi sebagai perintah untuk memperbaiki diri, untuk kuat.
Ikan yang sehat selalu berenang menentang arus, ikan yang sakit berenang ikut arus.
Jadi meyakini hidup mengalir tadi dan  mengikuti yang turun, itu ikan sakit. Kalau semua orang tidak jujur, ia tidak akan meyakini ketidak-jujuran. Kalau ada orang bilang “Yang haram saja susah, apalagi yang halal”,  ini-lah ikan sakit. Karena ikan sehat akan berkata “Orang tidak jujur saja bisa kaya, apalagi yang jujur”“Orang tidak baik saja bisa tinggi pangkatnya, apalagi yang baik”.
Jadi kalau begitu, jadilah ikan yang selalu bergerak, jadilah manusia yang selalu berupaya, dan mengambil apapun yang terjadi sebagai perintah untuk membaikkan diri.
Demikian resume singkat Mario Teguh Golden Ways, dengan topik Ikan Yang Tenggelam, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semuanya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam teknik penulisan rangkuman ini. Jika didapati kekeliruan, suatu kebahagiaan bagi kami, jika sahabat meluangkan waktu untuk mengoreksinya.